SERTIFIKASI FSC

Sertifikasi menjadi langkah yang penting untuk membuktikan komitmen kami menjadi perusahaan kayu yang bertanggung jawab dan menjaga keberlangsungan sumber daya alam..

SERTIFIKASI FSC

Sertifikasi menjadi langkah yang penting untuk membuktikan komitmen kami menjadi perusahaan kayu yang bertanggung jawab dan menjaga keberlangsungan sumber daya alam. Indonesia secara bertahap bergerak menuju FSC. Sertifikasi ini sangat memakan waktu dan ketersediaan, hal itu merupakan faktor pembatas untuk menuju sertifikasi tersebut. Beberapa perusahaan penebangan di Indonesia telah memiliki FSC tetapi masih non perkebunan..

Alasan terbesar berkurangnya minat pada perkebunan karena tidak ada insentif untuk melakukan sertifikasi yang rumit dan berkualitas untuk pemilik perkebunan. Harga komoditas masih relatif rendah , harus melewati ambang perbedaan harga antara komoditas non bersertifikat dan bersertifikat, atau penetrasi pasar insentif untuk membuat sertifikasi FSC menarik bagi pemilik perkebunan. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa langkah harus dilakukan, yang paling penting adalah untuk menciptakan pasar yang lebih kuat untuk kayu perkebunan bersertifikat FSC. Harus meningkatkan kesadaran di kalangan pedagang dan pengguna untuk menggunakan lebih dan lebih memperhatikan kayu perkebunan daripada kayu hutan alam tua ..



Tanaman kayu tidak bisa langsung bersaing dalam kualitas dengan kayu hutan yang alami, tetapi dengan pengolahan terbaru dan penanganan khusus, kayu perkebunan bisa digunakan.

Peningkatan penggunaan kayu perkebunan, berarti sedikit tuntutan untuk menggunakan kayu hutan alam. Dengan sertifikasi FSC kita bisa yakin bahwa perkebunan tidak menggunakan praktek yang tidak bertanggung jawab dalam mengelola perkebunan mereka dan melanggar aturan untuk memperluas perkebunan mereka.
Perkebunan kayu karet yang tersedia beberapa sudah ada sejak masa kolonial dan bisa menjadi calon sumber daya yang baik untuk sertifikasi FSC. Dengan lebih dari 3 Juta hektar perkebunan kayu karet yang sudah ada di Indonesia dan masih terus berkembang, itu merupakan dorongan besar yang menjanjikan untuk kayu bersertifikat FSC.

Perkebunan kayu spesies lain seperti Acacia , Albizia , Antocephalus Cadamba dll bisa bermunculan ketika pasar untuk kayu perkebunan menjadi semakin kuat. Kayu perkebunan bisa dengan mudah menjadi bahan baku utama untuk industri kayu Indonesia jika ada cukup insentif untuk melakukannya.